Search
  • Rumah Tahfidz Mesir

Selayang Pandang Buku Fiqhu Ahkam Al-Tajwid

Updated: Feb 7, 2020


Pernah terbesit pertanyaan “kenapa”, “sebabnya apa” atau “apa maksudnya” ketika bercengkrama dengan hukum bacaan al-Quran (tajwid). Atau barangkali bertanya; apa hikmah belajar tajwid? kenapa harus belajar tajwid? atau kenapa kita belajar makharijul huruf sebelum ahkam tajwid?


Atau mungkin pertanyaan yang lebih terperinci, khususnya bagi para pengkaji ilmu tajwid, seperti; kenapa dinamakan qalqalah? kenapa kita butuh qalqalah? dan apa maksud utama dari idgham? apa illat ketiadaan mad ketika fathah bersanding di depannya wawu atau ya’?, apa sebab diringankannya hamzah kedua pada kata (ءَأَعجَمِيٌّ) bagi riwayat hafs?, kenapa kita perlu isymam seperti dalam kata (تأمَنّا)?, Kenapa alif dihapus pada rasm kalimat (عمّ), (فيمَ), (لمَ)? dan lain sebagainya, yang mungkin tidak terbesit di mata orang selain pengkaji tajwid.


Menghadapi pertanyaan seperti ini tidak cukup dengan jawaban “ta’abbudiy” (penghambaan) atau 'udah dari sananya' seperti banyak masalah di fikih. sebagai contoh, ketika ditanya apa hubungannya matahari tergelincir dengan diwajibkannya solat zuhur atau kenapa zuhur empat rakaat sedang maghrib tiga? Tentu jawabannya adalah “ta’abbudiy”, namun rasanya itu tidak berlaku bagi ilmu tajwid. Atau mungkin cocok-cocok saja, namun itu tidak dapat menjawab dan memuaskan ‘hasrat ilmiah’ seorang pelajar.


Karenanya, melalui kitab berjudul Fiqhu Ahkam Tajwid, Dr. Muhammad Kahilah ingin memberikan solusinya. Buku yang bisa dikatakan sebagai masterpiece miliknya ini membahas tentang berbagai macam permasalahan filosofis dalam hukum-hukum tajwid yang dikemas dalam bentuk tanya jawab yang teratur dan menarik. Sekitar 253 pertanyaan dibahas tuntas oleh beliau dengan berdasarkan dalil-dalil yang muktamad di kalangan ulama tajwid dan qiraat serta para ahli nahwu dan pakar bahasa dalam berbagai periode untuk memperkuat jawabannya.


Dalam pengantar kitabnya, penulis secara gamblang menyebutkan bahwa kitabnya memiliki keunggulan dalam membuka tabir berbagai sebab dalam ilmu tajwid. Selain itu bukunya pun akan mengarahkan para qari’ dalam mengaplikasikan setiap kaidah dalam ilmu qiraat atau bahasa. Maka pantas saja, banyak para pembaca, yang mengatakan bahwa buku ini adalah model atau gaya baru dalam penulisan ilmu tajwid, yang belum ditulis para pendahulu.


Penulis sudah menyusun pertanyaan-pertanyaan dalam bab-bab yang berurutan. Setelah mengenalkan serba-serbi istilah tajwid, ia masuk ke makhorijul huruf, lalu sifat-sifatnya, dan relasi antar hurufnya, hingga pembahasan nun dan mim sukun, sampai permasalahan waqaf dan ibtida’. Dan jika dilihat, susunan ini pun sangat memudahkan pembaca dalam memetakan bab-bab dalam ilmu tajwid. Pembaca seakan membaca buku ilmu tajwid pada umumnya, namun dalam aspek filosofis “apa dan kenapa”


Sedikit informasi menarik tentang buku ini, ia adalah satu di antara dua buku Syekh Kahilah yang ia kirim di Dar Ghautsani, Syria, Damaskus; salah satu maktabah terkenal yang dipimpin oleh Dr. Aiman Suwaid, guru besar Ilmu Qiraat di Damaskus yang khusus membahas penelitian tentang al-Quran.


Maktabah ini tidak sembarangan mencetak hasil penelitian ilmu al-Quran kecuali setelah melalui tahapan uji terlebih dahulu oleh lajnah. Buku yang ada di antara kita sekarang ini adalah salah satu yang mendapat qabul untuk dicetak dan disebarkan, sebab, menurut Dr. Aiman, ini adalah buku yang ditulis dengan metode modern dalam Ilmu Tajwid dan Qiraat. Buku Fiqh Ahkam Tajwid ini bukan buku yang sedang berbicara tentang Ilmu Tajwid yang biasa dibahas di buku-buku Tajwid lainnya, akan tetapi berbicara tentang filsafat Ilmu Tajwid dan asal usul hukum yang terdapat di dalamnya.


Ahmad Alimuddin Ghazali

(Santri Rumah Tahfidz Mesir)

399 views0 comments

Jl. Bahauddin no. 26 Gamalia, Hussein, Darrasah, Kairo. 

+201012147959

©2019 by Rumah Tahfidz Mesir.