Search
  • Rumah Tahfidz Mesir

Sekilas tentang Kitab 'Arf al-Ta'rif Millik Ibnu Jazariy


Di peringatan Maulid Nabi kali ini, Rumah Tahfidz Mesir mengkhatamkan kitab milik Ibnu Jazariy, seorang ahli qiraat, hadis dan sejarah, yang berjudul 'Arf al-Ta'rif bil Maulid al-Syarif dalam dua kali pertemuan (Kamis, 7&14 November 2019)

Kitab ini ditulis oleh Ibnu Jazariy (w. 833) tepat dihari sebelum Rasul dilahirkan, 11 Rabiul Awal pada tahun 806 H. Ia adalah ringkasan dari kitab miliknya yang berjudul Al-Ta'rif bil Maulid al-Syarif.

Karenanya, apapun yang tercantum dalam 'Arf al-Ta'rif, seperti referensi dan sumber, maka itu pun termaktub juga dalam kitab induknya yaitu al-Ta'rif. Keotentikan kitab ini —yakni Arf al-Ta'rif— pun diakui oleh sejumlah ulama sepeeti Imam Sakhawi (w. 902 H) dan Syekh Zakariya Al-Anshari (w. 926 H).

Kitab Arf al-Ta'rif, sebagaimana yang tercantum di dalamnya, pernah dibacakan oleh penulis sendiri di daerah dimana Rasulullah dilahirkan, yakni Syi'ib di Makkah, pada tahun 823 H di hadapan orang banyak.

Kitab ini beserta penulisnya pun menjadi saksi bahwa di Makkah, sampai tahun itu —sekitsr abad ke-9— terdapat sekumpulan orang yang berkumpul untuk memperingati hari kelahiran baginda Nabi. Bahkan katanya, jumlah yang hadir saat itu melebihi ramainya orang yang berkumpul di hari raya. (Lihat kitab hal. 56)

Ibnu Jazariy merangkum perjalan hidup Rasulullah Saw dari lahir hingga wafatnya. Ia juga mencantumkan riwayat kejadian sebelum, ketika dan setelah Nabi dilahirkan; Seperti mimpi Ibunya akan kelahiran Baginda Nabi, keadaan Ibunya ketika mengandung Nabi, hingga Nabi lahir dan terjadinya banyak keajaiban di alam ini.

Dengan kalimat yang ringkas dan lugas, bapak ilmu tajwid ini juga menuliskan orang-orang penting disekitar Rasulullah. Dari keluarganya, pengasuhnya saat kecil, sahabatnya, juga istri yang mendampinginya. Meski tidak sedetail sejarawan lainnya, namun kalimat Ibnu Jazariy sangat mewakili kisah yang panjang ini.

Untuk mengenang perjalanan 'Manusia Terbaik', 'Arf al-Ta'rif tak lupa merekam sejumlah peristiwa penting yang pernah Rasul lewati. Dari masa kecil bersama pengasuhnya, perjalanan berdagang bersama paman dan Khadijah yang kelak menjadi istrinya, Isra' Mikraj, hijrah ke Madinah hingga haji wada'.

Di semua peristiwa itu, penulis turut menggambarkan peran dan sikap Rasulullah yang luhur dan lemah lembut. Hingga semua orang saat itu pun mengakui keagungan yang ada pada diri Rasulullah. Padahal kita tau bahwa di beberapa peristiwa itu Rasul belum diangkat menjadi Rasul. Dan inilah bentuk penjagaan Allah pada RasulNya.

Di fasal yang kedua, Ibnu Jazariy secara gamblang mendeskripsikan bagaimana pribadi (khalqan) dan akhlak (khuluqan) Rasulullah Saw. Dari segi pribadi, yakni secara fisik, penulis mengutip beberapa hadis sohih soal bagaimana wajah, mulut, rambut dan anggota tubuh Rasul lainnya.

Kalau berbicara soal akhlak, maka al-Quran lah akhklaknya. Begitu kata Sayyidah Aisyah saat ditanaya akhkak baginda Nabi. Soal bagaimana Nabi bersikap, baik terhadap dirinya sendiri, keluarganya, sahabatnya, atau bahkan kepada musuhnya sekalipun, membuat kita terkagum dan menggeleng-gelengkan kepala.

Jika membaca bagian ini, kita seakan malu sendiri; Mengaku menjadi umat Rasulullah namun sangat jauh dari perangai dan keseharian Rasul. Padahal hampir setiap hari kita membaca —bahkan menghafal— perkataannya dan kisahnya. Tapi, sudah berapa yang kita amalkan dan kita teladani? Sungguh ini menjadi teguran bagi kita semua. Selain itu juga menunjukan bahwa Rasul adalah teladan bagi semua alam.

Ibnu Jazariy menutup kitabnya dengan sejumlah mukjizat Rasulullah Saw. Yang kesemuanya membuat kita sadar bahwa Rasul, meskipun manusia biasa seperti kita, namun ia adalah hamba yang diutus oleh Allah dan diberi kelebihan atasnya.

Itulah sedikit tentang kitab arf al-Ta'rif bil Maulid al-Syarif milik sang imam. Jika ingin merujuk ke kitab yang lebih detail lagi, kita bisa merujuk ke Sirah Nabawiyyah milik Ibnu Hisyam atau Roudul al-'Unuf milik Imam Suhaili. Karena dua kitab inilah yang menjadi rujukan sang Imam.


Semoga dengan pembacaan kitab ini, kecintaan kita pada Rasul akan semakin meningkat dan menguat. Dan semoga dengan momentum maulid ini, kita bisa senantiasa mengikuti baginda nabi Saw, mengikuti segala sunnahnya dan meneladani setiap akhlaknya. Wallahu a'lam.

Allahumma Sholli Ala Sayyidina Muhammad wa ala alihi Wa shohbihi wasallam.

Bana Fatahillah

(Ketua Rumah Tahfidz Mesir)

Gamaleyya, Darrasah

Kamis, 14 November 2019

62 views0 comments

Jl. Bahauddin no. 26 Gamalia, Hussein, Darrasah, Kairo. 

+201012147959

©2019 by Rumah Tahfidz Mesir.