Search
  • Rumah Tahfidz Mesir

Nasehat Seorang Kakek tentang al-Qur`an


Diceritakan, bahwa dahulu kala pernah hidup seorang kakek yang senantiasa membaca al-Qur`an, meski ia tidak memahaminya. Lalu datanglah salah seorang cucunya yang masih polos dan bertanya, “wahai kakek, kenapa kau selalu membaca al-Quran padahal kau tidak memahaminya”.

Tanpa menjawabnya, kakek itu pun lalu menunjuk keranjang bekas yg sudah hitam karena di gunakan untuk mengangkut arang, kemudian memerintahkan sang cucu untuk mengambil air di sungai dengan keranjang tersebut.


Tanpa berpikir panjang ia pun segera pergi untuk mengambil air menggunakan keranjang tersebut. Bolak-balik sudah ia mengambil air, namun apalah daya, ia tidak pernah berhasil memenuhi keranjang tersebut dengan air, karena kita ketahui keranjang merupakan wadah dalam bentuk seperti anyaman yang bolong-bolong sampai tidak dapat menampung air, sehingga air yang diisinya pun selalu merembas ketika dibawanya.


Saat menyodorkan keranjang tersebut di hadapan si kakek dengan penuh kekecewaan, ia menggerutu "Mana mungkin aku bisa membawakannmu air dengan keranjang yg bolong-bolong ini, yg aku dapatkan hanya lelah kek!".


Lalu dengan tenang sang kakek berkata, "kamu lihat keranjang itu ?, tadi hitam dan sangat kotor, sekarang sudah bersih sekali karena kamu sudah menyelupkannya ke dalam air berkali2". Ternyata ia tidak sadar bahwa ia telah membersihkan keranjang tersebut dengan celupan air berulang kali.


"Begitulah al-Qur'an, ia adalah lautan yang tak bertepi (bahrun lā sāhila lahu). Semakin banyak kita membacanya ia akan membersihkan jiwa dan hati kita dari berbagai penyakit seperti sombong, riya, cinta dunia, dll," ujar kakek kepada cucunya.

54 views0 comments

Jl. Bahauddin no. 26 Gamalia, Hussein, Darrasah, Kairo. 

+201012147959

©2019 by Rumah Tahfidz Mesir.