Search
  • Rumah Tahfidz Mesir

Majlis ke-8 kitab Sofahaat : 4 Cara Mendapatkan Kesuksesan ala Imam As-Sya'bi

Rumah Tahfidz Mesir kembali melanjutkan kajian kitab Sofahaat min sobril Ulama bersama al-ustadz Azwar Anas, Jum'at (20/03/20). Pembahasan kali ini diangkat dari kisah salah satu sosok tabi'in yang sangat ideal bagi tholibul Ilmi. ••• Amir bin Syarahil al-Kufy al-Hamdany (w. 103 H) atau dikenal sebagai imam As-sya'bi, merupakan seorang ulama besar generasi tabi'in dalam bidang hadits dan sejarah Islam. Beliau merupakan sosok yang gemar berkutat dengan ilmu, walaupun untuk memenuhi rasa keingintahuannya itu beliau harus keluar dari zona nyaman, yang mana itu tidak bisa didapatkan hanya dengan hitungan langkah. Butuh tekad yang kuat, perjalanan yang panjang, dan perbekalan yang cukup. Imam Ar-ramahurmuzi dalam kitab Al-muhaddits al-fashil baina ar-rawi wal wa'y menulis : Imam As-sya'bi mengadakan perjalanan jauh dari Kufah menuju Mekkah hanya karena mendengar berita dari 3 buah hadist. Berkatalah As-sya'bi : "Semoga aku bisa bertemu dengan sahabat r.a" Imam As-sya'bi juga dikenal sangat cerdas, tajam analisanya, lembut hatinya, bagus pemahaman nya, dan memiliki daya hafal dan ingatan yang sangat kuat. Dalam kitab Tadzkiratul Huffadz milik imam adz-dzahabi, Ibnu Syubrumah mengatakan, “Aku mendengar bahwa Asy-sya'bi mengatakan: “Tidaklah aku menulis atau seseorang memberitahukan kepada ku suatu hadits kecuali aku langsung mengingatnya, bahkan tanpa dia perlu mengulang kembali perkataannya. Dan sungguh, aku telah melupakan (sedikit) dari ilmu, yang mana apabila seseorang menghafal apa yang aku lupa, niscaya dia akan menjadi seorang yang alim.” Dari semua ilmu yang beliau riwayatkan, bait syair adalah yang paling sedikit beliau riwayatkan. Seandainya saja yang sedikitnya itu dibacakan, niscaya akan memakan waktu sebulan penuh tanpa mengulang-ulang syair yang sudah dibaca. Bisa terbayangkan berapa kadar sedikit bagi imam As-sya'bi? Suatu ketika imam As-sya'bi ditanya bagaimana caranya sehingga beliau dapat mencapai derajat keilmuan seperti ini?” Lalu imam Asy-sya’bi menjawab : Aku mendapatkan itu semua dengan 4 hal : 1. بنفي الاعتماد Tidak bergantung pada orang lain. Ketika kita yang membutuhkan maka kita sendiri pergi tanpa menyuruh orang lain untuk pergi. 2. السير إلى البلاد Berpindah desa, kota, bahkan negara. Karena semakin jauh membara maka semakin banyak pula yang kita dapatkan. Seperti ilmu, guru, teman, dan pengalaman. Ingat kisah nabi Musa yang mendapatkan keistimewaan menerima wahyu langsung dari Allah, beliau rela menempuh perjalanan jauh demi bertemu nabi Khidir a.s? 3. الصبر كصبر الحمار Memiliki sabar seperti sabarnya keledai. Keledai seringkali dihina, dicibir, dan tidak diperhatikan, namun dia tetap patuh dan selalu membawa barang bawaannya meskipun melebihi kapasitas kekuatannya. Ingatlah, pasti cobaan akan selalu datang menghampiri. Tapi prinsip nya harus tetap sabar dan tegar! 4. يبكر كبكور الغراب Cekatan dan tangguh seperti gagak yang memburu mangsanya. Dia pergi mencari makan sebelum fajar menyingsing dan kembali sebelum matahari terbenam. •• Itulah beberapa faedah yang bisa kita petik dari kerindangan pohon ibrah hari ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Karena hakikatnya kita adalah pelajar yang akan terus belajar tanpa mengenal batas ujung waktu. Karena sejatinya apa yang terjadi hidup ini adalah pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran. ".....وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ"

Ayu Shafira

(Santriwati Rumah Tahfidz Mesir)

189 views0 comments

Jl. Bahauddin no. 26 Gamalia, Hussein, Darrasah, Kairo. 

+201012147959

©2019 by Rumah Tahfidz Mesir.