Search
  • Rumah Tahfidz Mesir

Kupas Tuntas Matan Jazariy Selama 5 Hari, RTM Sukses Adakan Dauroh Tajwid





Bersama pembimbing tecinta Al-Ustadz Aswar Anas, Lc, Rumah Tahfidz Mesir adakan Daurah Tajwid selama 5 hari (11-15 Oktober 2020) dengan mengupas kitab "Asy-Syarhu Al-Wajiz 'alaa Al-Muqaddimati Al-Jazariyyah" karya Syekh Ghonim Qodury Al-Hamd. Kitab yang merupakan yang ringkasan dari kitab "Asy-syarhu Al-kabir" miliknya ini disusun untuk mempermudah para pelajar pemula dalam ilmu tajwid.


Sebagaimana yang sudah maklum, mempelajari dan menerapkan ilmu tajwid merupakan hal yang sangat penting dan merupakan standarisasi baik dan benarnya seseorang dalam membaca Al-Qur'an.


Sebelum membahas lebih dalam, al-Ustadz Azwar menjelaskan perjalanan singkat lahirnya ilmu tajwid dan biografi singkat Ibnu Al-Jazary, penulis Matan Al-Muqaddimah Al-Jazariyyah dan beberapa kitab tajwid lainnya yang sangat masyhur di kalangan penuntut ilmu.


Beliau mengatakan bahwa Al-Muqaddimah Al-jazariyyah merupakan rangkaian qosidah (atau dikenal dengan nadzom) yang berisikan 109 bait, bermula dari penjelasan makharijul huruf (artikulasi yang berbeda-beda), sifaatul huruf (bagaimana huruf-huruf ini keluar dari mulut atau tenggorokan masing-masing memiliki sifat-sifat yang berbeda), beberapa asas ilmu tajwid hingga pembahasan yang berkaitan dengan penulisan Al-Qur'an di dalam rasm ustmani.


Beliau melanjutkan, pada dasarnya, hukum mempelajari ilmu tajwid adalah fardu kifayah. Maksud dari fardu kifayah adalah kewajiban yang jika dilakukan minimal satu orang, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Walaupun begitu, tetap saja hukum membaca Al-Qur'an dengan tajwid adalah fardu 'ain, yaitu wajib bagi semua muslim. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al- Muzammil ayat 4 (warattilil qur'aana tartiila)


Dalam sebuah atsar, Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa maksud dari tartil adalah 'tajwiidul huruf wa ma'rifatul wuquuf'. (Memperindah bacaan dan mengetahui waqaf)


''Penting untuk diketahui, maksud fardu 'ain disini adalah setiap muslim wajib membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid, tetapi tidak harus mengetahui nama dan hukum tajwidnya secara detail dan mendalam.'' Ustadz Azwar menambahkan.


Lanjut, beliau menekankan bahwa belajar tajwid tidaklah cukup hanya dengan membaca dan mempelajari buku tajwid saja, tetapi butuh ber-talaqqi musyafahah, disimak langsung oleh guru yang mumpuni dan memiliki sanad shohih yang bersambung sampai Rasulullah SAW.


"Karena tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah supaya bacaan Al-Qur'an kita itu benar (fasih), dengan kata lain menjaga lisan dari kesalahan dalam membaca Al-Qur'an.'' Ujar Ustadz Azwar.


Dauroh berjalan dengan khidmat selama 5 hari. Antusias anggota Rumah Tahfidz Mesir pun sangat terlihat dengan diadakannya dauroh ini. Selaku ketua, Bana Fatahillah mengatakan sudah semestinya kita bersyukur dengan majelis ini. “ini majelis langka, banyak orang yang ingin mengikuti majelis ini, maka kita yang disini harus sungguh-sungguh, jangan malas!" tegas Bana


Majelis pun ditutup pada hari Kamis, (15/10) dan diakhiri dengan pembacaan bait Matan Al-Muqaddimah Al-jazariyyah secara bersama dengan nada dan irama yang indah. Dan video rekaman ngaji ini kata Bana akan diunggah di akun youtube RTM seminggu setelah dauroh berlangsung.


Rep: Ayu Shafira

75 views

Recent Posts

See All

Jl. Bahauddin no. 26 Gamalia, Hussein, Darrasah, Kairo. 

+201012147959

©2019 by Rumah Tahfidz Mesir.