Search
  • Rumah Tahfidz Mesir

Kedua Kalinya, Santri Rumah Tahfidz Mesir Tuntaskan Ujian 30 Juz Bilghoib Dalam Dua Hari



Tahun ini, tidak hanya hari raya Idul Adha atau Idul Qurban saja yang istimewa bagi Ahmad Yusuf Fauzi. Pada tanggal 28-29 Juli 2020 yang lalu, mahasiswa asal Medan ini berhasil menyelesaikan ujian baca Al Qur'an 30 juz bil ghaibnya di depan seluruh santri dan ustadz pembimbing di Rumah Tahfidz Mesir. Yusuf yang merupakan alumni Aliyah Al Washliyah Medan ini mengatakan bahwa selain mempersiapkan hafalan dengan matang, ada dua faktor lain yang mempengaruhi hafalannya ketika diujikan. "Yang pertama mental, lalu fisik. Secara pribadi saya orangnya agak canggung di depan akhwat dan orang yang saya muliakan, seperti ustadz-ustadz. Saya merasa mental saya benar-benar diuji ketika saya baca hafalan saya di depan banyak orang, yang mana sudah pasti jauh lebih baik dari saya." "Dan juga sempat terbersit di dalam hati, 'batalkan sajalah ujian ni, kayaknya untuk saat ini belum mampu.' mengingat saat itu kondisi fisik saya kurang fit, kepala yang pusing disebabkan insomnia yang pasti menurunkan konsentrasi kita dalam berpikir." Demikian Yusuf bercerita. "Tapi karena saya sudah bertekad kuat, bahkan bernadzar, maka saya jalani sebisa mungkin walaupun secara fisik belum fit 100%. Dan ternyata itu juga mempengaruhi hafalan saya terutama ketika tampil di hadapan orang banyak." Selain itu, mahasiswa jurusan Ushuluddin Al Azhar ini mengatakan bahwa ekspektasi dan harapannya dalam ujian 30 juz kali ini ternyata berbeda dengan kenyataan. Tentu saja ia mempersiapkan ujian ini sebaik-baiknya, namun ternyata ketika pembacaan, ada waktu di mana Yusuf terlupa di ayat yang tidak terduga, misalnya pada ayat pertama di surah An-Nisa'. "Ternyata, Allah ingin menegur dan mengajarkan pada saya, bahwa hafalan itu mutlak milik Allah, kapan saja bisa Allah cabut dan kembalikan. Jangan pernah bersandar kepada usaha kita, cukup kita berusaha semaksimal mungkin dan tawakal kepada Allah seraya berdoa selalu agar Allah mudahkan urusan kita." Walau demikian, mahasiswa yang bergabung di Rumah Tahfidz Mesir pada November 2019 ini akhirnya sukses menyelesaikan pembacaan Al Qur'an nya lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan. Ia berpesan kepada dirinya sendiri dan juga kepada semuanya, untuk selalu meluruskan niat dalam menghafalkan Al-Qur'an dan tidak bersandar hanya dengan usaha kita. "Juga, syukuri apa saja yang Allah berikan kepada kita. Berapapun, dan seburuk apapun hafalan kita, harus tetap disyukuri. Karena banyak orang di luar sana yang memiliki potensi dan kesempatan lebih dari kita, namun Allah tidak memilih mereka untuk menjaga kalam-Nya. Percaya saja bahwa dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya pada kita. Mungkin hafalan kita sekarang 5 juz, tapi jika kita pandai bersyukur, Allah akan tambah 5 juz berikutnya dengan lancar. Siapa yang tahu?" Selalu luruskan niat, berusaha semaksimal mungkin, tawakal, dan bersyukur kepada Allah, adalah kunci di balik keberhasilan dalam menghafalkan Al-Qur'an menurut Yusuf. Semoga kita mampu menerapkan langkah-langkah tersebut dan menjaga Kalam Allah dengan sebaik-baiknya sepanjang hidup kita. Aamiin.



Rep : Via

147 views0 comments

Jl. Bahauddin no. 26 Gamalia, Hussein, Darrasah, Kairo. 

+201012147959

©2019 by Rumah Tahfidz Mesir.