Search
  • Rumah Tahfidz Mesir

Diantara Poin-poin penting Pesan dan Nasehat Kyai Adrian Juanan Raden



1. Kalian itu ibarat orang yang sedang menyelam menggunakan tabung oksigen guna mendapatkan mutiara indah di dasar laut. Maka dari itu jangan pernah tergoda dengan berbagai ikan hias, terumbu karang, atau keindahan laut lainnya yang menyihir kita sehingga lupa akan tujuan utama kita. Dan dengan waktu yang bergulir begitu cepat, tak sadar ternyata tabung gas yang kita pakai ternyata sudah hampir habis dan mutiara pun belum ada di tangan. Jika usai menyelam hanya ikan hias yang kalian bawa, orang-orang akan bertanya, mana mutiara yang kalian dapatkan dari laut?

Begitu juga dengan masa kalian di sini, jangan sampai kalian disilaukan dengan berbagai keindahan sehingga lupa tujuan utama, karena kelak kalian akan pulang ke tempat kalian dan akan ditanya banyak hal.


‌2. Membaca al-Qur'an itu tidak akan menyita waktu kita, malah justru akan membuat waktu kita berkah. Hafalkan ayat ayat-Nya di rumah tahfidz ini, fahami maknanya di Majlis-majlis ilmu lalu sampaikan ini semua kelak di kampung halaman.


‌3. Abu Hanifah mempunya 3 murid: Muhammad Syaibani, Abu Yusuf danZufar. Murid yang ketiga agak sedikit berbeda dengan yang dua. Pasalnya tidak banyak yang mengambil ilmu darinya, ini tentu berbeda dengan Abu Yusuf dan Muhammad Syaibani yang banyak diambil ilmu darinya. Ketika ditanya akan tersebut, Zufar bercerita bahwa suatu hari ketika sedang membaca buku, Gurunya, Abu Hanifah, lewat di hadapannya namun ia justru malah menundukkan pandangannya sehingga sang guru bertanya-tanya dalam hatinya. Dari sinilah pentingnya adab serta ridho dari seorang guru.


‌4. Nabi Musa itu saat berguru pada nabi Syu'aib membutuhkan waktu sekitar 8-10 tahun, dan itu bukanlah waktu yang sebentar. Saat balik ke rumahnya, ia dipanggil oleh Allah untuk datang ke sebuah bukit yang tinggi untuk mendapatkan wahyu. Di sinilah nabi Musa harus meninggalkan banyak perkara, yaitu haal (keadaan) maal (harta) dan aal (keluarga). Yang mana ini semua merupakan media penting yang harus dicamkan oleh para penuntut ilmu dalam perjuangannya menuntut ilmu.


‌5. Ingatkah, ketika dihadapkan pada ular jelmaan tongkatnya, sang Nabi lari ketakutan. Allah pun berkata, ambillah dan jangan takut. Allah pun menguatkan hati nabi musa dengan keyakinan bahwa Dia senantiasa bersamanya. Inilah mengapa saat dihadapkan dengan 70.000 ular para penyihir milik Firaun ia tidak sekalipun getar dan takut, karena ia yakin berada di jalan Allah yang akan selalu membersamainya.

Dari sini dapat diambil pelajaran, bahwa barang siapa yang selalu berada di jalan Allah, ia tidak akan pernah takut dan getar menjalani berbagai hal dalam kehidupannnya.


Red: Bana Fatahillah

10 views0 comments

Jl. Bahauddin no. 26 Gamalia, Hussein, Darrasah, Kairo. 

+201012147959

©2019 by Rumah Tahfidz Mesir.