Search
  • Rumah Tahfidz Mesir

Berkah Bulan Maulid, 4 Santri RTM Sukses Langsungkan Ujian 10 Juz


Empat santri Rumah Tahfidz Mesir (RTM) langsungkan ujian 10 Juz nya di bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad Saw, Rabiul Awal.


Keempatnya adalah Nadia Tamara, Palembang pada 10 Rabiul Awal; Angga Permana, Aceh pada 19 Rabiul Awal; Entin Nurianti, Lampung pada 22 Rabiul Awal; dan Moh Isman Fahruddin, Jakarta pada 23 Rabiul Awal.


Keempatnya juga merupakan mahasiswa/i aktif tingkat II (semester 3) di Fakultas Syariah wal Qonun Universitas Al-Azhar.


Entin Nurniati mengatakan bahwasanya hakikatnya ujian merupakan evaluasi diri untuk mengetahui sudah seberapa jauhkah kadar dirimu menghafal, dari situ kita banyak menemukan evaluasi yang harus dibenahi sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya


“Jangan pernah menyerah untuk menghafal Al Quran, tetap semangat untuk ambisimu, lebih memprioritaskan apa yg hendak dicapai, meluangkan waktu untuk terus berusaha mengulang hafalan, meskipun terkadang sulit, jika sudah diamalkan akan mudah,” ujar alumni Gontor tahun 2016 tersebut


Berbeda dengan Entin, Angga Permana mahasiswa asal Aceh menyampaikan bahwa target dari menghafal al-Quran adalah menjadikannya sebagai darah daging kita. “Lancar itu bukan target, target nya adalah mendarah dagingkan alquran di dalam diri kita,” ujar pemuda Aceh itu


Angga yang terhitung baru 3 bulan memulai setoran hafalannya di RTM semakin bersemangat usai menuntaskan ujian 10 juz kemarin. Ia katakan dirinya semakin semangat untuk bisa melangsungkan khataman kubro, 30 juz.


Hampir senada dengan Angga, Nadia Tamara mengatakan bahwa dengan adanya sistem ujian 10 juz mengajari saya bahwa Al-Quran itu tidak bisa di duakan apalagi di telantarkan. Menelantarkan Al-Quran hakikatnya sama saja dengan menelantarkan hati, jika sdh terlanjur terlantar maka tidak ada cara lagi, kecuali kembali, beri waktu dan perhatian yang sungguh, buka setengah hati


“Al-Quran harus jadi prioritas, semakin dekat dengan Al- Quran maka akan memahami arti dari sebuah kesungguhan, bahwa sesuatu yg istimewah semestinya diperjuangkan dengan penuh doa dan usaha,” ujar Nadia.



Terakhir Isman, alumni MAN 12 Jakarta turut menyampaikan bahwa dirinya sangat bersyukur bisa ujian tasmi 10 juz. Menurutnya ujian tasmi ini sangat memotivasi kita untuk meningkatkan kualitas hafalan.


“Jadikan Al Quran sbg sahabat hidup, Karna bagi saya Al Quran adalah sahabat yg tdk pernah membuat sakit hati dan kecewa,” pungkas pemuda betawi itu.


Bana Fatahillah, Ketua RTM periode ini mengatakan bahwa berkah bulan maulid ini terasa sekali hingga empat santri RTM bisa melansungkan ujian.

“saya bersaksi mereka berempat adalah orang-orang yang gigih dalam menghafal… maka sudah sepantasnya mereka mampu menyelesaikan ujian ini, semoga istiqomah selalu,” ujar Bana


Rep: Via

12 views

Recent Posts

See All

Jl. Bahauddin no. 26 Gamalia, Hussein, Darrasah, Kairo. 

+201012147959

©2019 by Rumah Tahfidz Mesir.